FAI-PAI / Tarbiyah S-1
Pemikiran hasan al-banna tentang pendidikan islam dan relevansinya terhadap perkembangan pendidikan islam masa kini
Dalam penilaian, bagi sebagian orang yang meragukan kredibilitas Hasan AlBanna dalam pemikiran-pemikiran pendidikan Islam dan mengganggap konsep
pendidikannya tidak sejalan dengan pendidikan islam disebabkan kurang
mengenalnya sosok Hasan Al-Banna secara menyeluruh. Keutuhan pribadinya
dapat dilihat dari karya-karya hebatnya. Gambaran pribadinya dapat dilihat dari
konsistensinya dalam sebuah organisasi yang didirikan yaitu Ikhwanul Muslimin,
didalam organisasi tersebut Imam Hasan Al-Banna menjadi seorang Mursyid untuk
para kadernya yang mengajarkan nilai-nilai Islam. Dalam mengajarkan kepada para
Mujahid terdapat konsep Pendidikan Islam dalam sebuah karya yang berjudul
Risalatut Ta’aalim. Sehingga timbultarbiyah pertanyaan bagaimana konsep
pendidikan Islam Hasan Al- Banna yang merujuk pada kitab Risalatut Ta’aalim
dan relevansinya terhadap pendidikan islam saat ini.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep pendidikan Hasan AlBanna terkhusus dalam karyanya. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian
kualitatif yang teknik analisis datanya menggunakan analisis konten
Berdasarkan hasil penelitian ini, pemikiran Hasan Al-Banna tentang
Pendidikan Islam mencakup pemikiran bahwa Pendidikan Islam adalah suatu
proses pengembangan seluruh potensi yang dimiliki manusia dan kembali kepada
Al-Qur’an dan As-Sunnah yang menjadi landasan Pendidikan Islam, lalu yang
menjadi tujuan Pendidikan Islam menurut Hasan Al-Banna adalah keikhlasan,
karena tujuan yang paling tinggi adalah seperti semboyannya “Allah adalah Tujuan
Kita”. Maka, pemikiran Hasan Al-Banna masih sanggat relevan dengan Pendidikan
Islam masa kini. Selain itu pemikirannya juga cukup relevan karena pada ide-ide
pendidikan Islam yang dicetuskan oleh Hasan al-Banna yang paling mendasar ialah
tentang pondasi ataupun asas pendidikan Islam yaitu berlandaskan ajaran tauhid
sebagai ideologi
Tidak tersedia versi lain