FT-Sipil S-1
Evaluasi Kemacetan Lalu Lintas Pada Simpang Tiga Tak Bersinyal Jalan Raya Cileungsi-Jonggol Bekasi
Wilayah Kabupaten Bogor merupakan salah satu masalah yang harus diperhatikan dan ditangani secara bijak. Wilayah Kabupaten Bogor memiliki pusat-pusat kegiatan industri dan wisata yang sibuk dan terus berkembang yang mengakibatkan tingginya tingkat perjalanan. Kemacetan pada persimpangan dapat mengganggu aktivitas penduduk setempat salah satu contoh seperti yang terjadi pada Simpang Metland Cileungsi yang merupakan titik pertemuan antara ruas Jalan Raya Cileungsi, Jalan Raya Jonggol, dan Jalan Kota Taman Metropolitan. Lalu lintas pada Simpang Metland Cileungsi merupakan sumber kemacetan yang menyebabkan antrean kendaraan karena tingginya volume kendaraan pada jam sibuk.
Melakukan evaluasi kemacetan arus lalu lintas yang terjadi pada Simpang Tiga Tak bersinyal Metland Cileungsi terhadap kemacetan lalu lintas ruas jalan raya Cileungsi-Jonggol. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kinerja pelayanan Simpang sehingga dapat mengurangi kemacetan yang terjadi pada wilayah tersebut terutama pada jam sibuk pagi, siang dan sore hari.
Dari hasil analisis didapatkan kinerja simpang pada jam puncak sore sangat tinggi dengan nilai kapasitas (C) sebesar = 2063,76 smp/jam dengan arus lalu lintas = 7885,2 smp/jam. Dengan hasil tersebut yaitu derajat kejenuhan (DS) di Jalan Raya Cileungsi – Jonggol – Jalan Kota Taman Metropolitan sebesar = 3,82 > dari derajat kejenuhan (DS) MKJI (1997) sebesar = 0,85
Kata Kunci: Simpang Tiga Tak Bersinyal, Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997, Lalu Lintas Harian Rata-rata
Tidak tersedia versi lain