FKIP-PGSD S-1
Metode Bermain Peran Sebagai Strategi Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Kelas V SDN Bojong Rawalumbu VII
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum maksimalnya keterampilan berbicara pada peserta didik, hal ini berpengaruh kepada beberapa faktor seperti: (1) intonasi yang belum terkontrol dengan baik, (2) karena kurang percaya diri, ketika dipaksa maju kedepan, keterampilan berbicara peserta didik akan terbata-bata/terputus-putus, (3) pelafalan peserta didik kurang sesuai, dan (4) Pengguaan kata lafal yang belum, Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode Bermain Peran.
Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 3 (tiga) siklus. Setiap siklus dilakukan empat tahapan yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, tindakan dan refleksi. Jumlah peserta didik di kelas penelitian yaitu 31 peserta didik. Jumlah peserta didik laki-laki yaitu 17 dan jumlah peserta didik perempuan yaitu 14. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes lisan dan observasi. Indikator keberhasilan yang diukur dalam penelitian ini adalah kemampuan siswa dalam kemampuan membaca pemahaman. Peneliti ini dinyatakan berhasil apabila 80% dari jumlah siswa mencapai nilai ≥ 75
Hasil menunjukkan bahwa ketuntasan klasikal kelas V meningkat dari siklus 1 dengan persentase ketuntasan klasikal di 55%, lalu pada siklus II dengan persentase ketuntasan klasikal di 64% dan siklus III mencapai target persentase ketuntasan klasikal di 84%. Dengan penggunaan Metode Bermain Peran, guru menjadi lebih kreatif dalam penggunaan metode di dalam pembelajaran dan siswa menjadi lebih tertarik dalam berbicara kepada siswa lainnya sehingga keterampilan berbicara siswa dapat tuntas. dan dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode Bermain Peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara pada kelas V SDN Bojong Rawalumbu VII.
Tidak tersedia versi lain