FT-Mesin S-1
Analisis Perbandingan Pengaruh Jenis Asorber Pada Sistem Distilasi Air Laut Terhadap Nilai Efisiensi
Air merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia dan merupakan sumber daya yang sangat melimpah. Sebagian besar air yang ada di bumi ini adalah air laut. Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk yang makin bertambah menyebabkan kurangnya pasokan sumber air bersih. Untuk itu diperlukanlah penanganan yang tepat untuk mengolah air laut menjadi air bersih. Salah satunya adalah distilasi. Distilasi merupakan suatu proses pemanasan bahan pada berbagai temperatur tanpa kontak dengan udara luar dimana terjadi proses kondensasi dan evaporasi dalam mendapatkan air bersih. Alat yang digunakan adalah distilasi tenaga surya dengan absorber untuk mempercepat proses evaporasi. Absorber yang dipakai adalah Aspal, Batu Kali, dan Cangkang Kerang Darah yang mana memiliki karakteristik mampu menyerap panas yang baik sebagai absorber. Metodologi yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode eksperimen alat distilasi tenaga surya tipe kolektor pelat datar. Variasi absorber yang diuji antara lain full absorber . Hasil pengujian yang dilakukan selama 4 jam pengujian didapatkan nilai efisiensi dari absorber batu kali ini memiliki nilai yang paling tinggi yaitu dengan nilai 61,13% lebih tinggi dibanding dengan absorber aspal 34,14% dan 33,41% pada absorber cangkang kerang darah. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Batu Kali memiliki nilai efisiensi tertinggi dibandingkan Aspal dan Cangkang Kerang Darah.
Kata kunci : Distilasi, Absorber, Radiasi, Efisiensi Absorber.
Tidak tersedia versi lain