FT-Mesin S-1
Pengaruh Variasi Temperatur Pada Proses Bending Terhadap Kualitas Hasil Bending Pipa Menggunakan Material Kuningan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi temperatur pada
proses bending dengan menggunakan material Pipa Kuningan terhadap kualitas hasil
bending. Material yang digunakan pada penelitian ini menggunakan material Pipa
Kuningan dengan ukuran 25,40 mm dan ketebalan 2 mm. Alhasil, logam kuningan
mempunyai sifat antiseptik yang dapat melewati efek oligodinamis. Berdasarkan
komposisinya, paduan kuningan dibagi menjadi beberapa jenis seperti Muntz brass
yang mengandung 35-45% seng (Zn) mampu bekerja baik pada suhu panas, kuningan
tinggi mengandung 65% tembaga dan 35% seng banyak digunakan untuk sekrup dan
paku keeling. Naval brass merupakan kuningan dengan kadar timah (Sn) 1,0-1,5%
yang mempunyai ketahanan tinggi terhadap korosi air garam). Leaded yellow brass
mempunyai komposisi 67% tembaga (Cu), 29% seng (Zn), 1% timah (Sn) dan 3%
timbal (Pb) yang memiliki aplikasi khusus untuk klem baterai dan fittings. Cartridge
brass dengan komposisi paduan 70% tembaga (Cu) dan 30% seng (Zn) memiliki tipikal
aplikasi untuk komponen amunisi. Variasi dalam penelitian ini menggunakan variasi
temperatur 500℃, 600℃, dan 700℃. Pada penelitian ini menggunakan proses bending
dengan pipa yang telah melalui proses hot working dengan variasi temperatur lalu
ditekut 90°. Untuk hasil pada pipa dengan temperatur 500℃ mengalami ketirusan
sebesar 3,6 mm. Pada hasil pipa dengan temperatur 600℃ mengalami ketirusan sebesar
0,65 mm. Hasil pipa dengan temperatur 700℃ mengalami ketirusan sebesar 2,25 mm.
Pada pipa tanpa hot working mengalami ketirusan 0,8 mm. Pada hasil dari temperatur
600℃ lebih unggul dibandingkan temperatur 500℃ dan temperatur 700℃.
Kata kunci : Variasi temperatur, Pipa Kuningan, Proses Bending, Hasil bending
Tidak tersedia versi lain