Perpustakaan UM Indonesia

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Absen Area
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

FT-Mesin S-1

Pengaruh Variasi Temperatur Pada proses Bending Terhadap Kualitas Hasil Bending Menggunakan Material Tembaga

Mulyadi, Agus - Nama Orang;

Proses bending adalah proses pembengkokan atau penekukan. Gaya – gaya
yang terjadi pada proses bending saling berlawanan arah, sama seperti proses cutting.
Berdasarkan kegunaanya pipa akan banyak ditemukan berbagai macam masalah,
seperti masalah: kelelahan (fatigue), korosi (corrosion), dan keretakan (crack). Dari
ketiga jenis yang biasa di alami pipa, maka keretakan menjadi persoalan yang sangat
diperhatikan karena efek lanjutan dari keretakan ini bisa mengakibatkan bebarapa
kerugian baik dari segi material dan fungsinya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh variasi temperatur pada proses bending dengan menggunakan
material pipa Tembaga ASTMB280 terhadap kualitas hasil bending. Material yang
digunakan pada penelitian ini menggunakan material pipa Tembaga ASTMB280
dengan ukuran 1 inch dan ketebalan 1,5 mm yang merupakan logam dengan nomor
atom 29, massa atom 63,546, titik lebur 1083 °C, titik didih 2310 °C, jari-jari atom
1,173 A° dan jari-jari ion Cu2+ 0,96 A°. Variasi dalam penelitian ini menggunakan
variasi temperatur 200℃, 300℃, dan 400℃ Dan tanpa pengerjaan panas Pada
penelitian ini menggunakan proses bending dengan pipa yang telah melalui proses hot
working dengan variasi temperatur lalu ditekuk 90°. Untuk hasil Pada pipa Tembaga
dengan tanpa pengerjaan panas terjadi ketirusan dengan nilai ketirusan sebesar 0,36
mm. Pada pipa Tembaga temperatur 200℃ terjadi ketirusan dengan nilai ketirusan
sebesar 1,3 mm. Pada pipa Tembaga dengan tremperatur 300℃ terjadi ketirusan dengan
nilai ketirusan sebesar 1,55 mm. Dan pada pipa Tembaga dengan temperatur 400℃
terjadi ketirusan dengan nilai ketirusan sebesar 5,31 mm. Dari hasil penelitian yang
didapatkan pada proses bending pada Pipa Tembaga melalui proses hot working dan
tanpa proses tanpa prlakuan untuk perbandingan Sehingga tanpa pengerjaan panas dan
temperatur 200℃ juga merupakan temperatur yang optimal terhadap perubahan
ketirusan.


Ketersediaan
#
Perpustakaan UNISMA 040 MUL p MS-S1
040MS2024
Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
040 MUL p MS-S1
Penerbit
: .,
Deskripsi Fisik
-
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
2024
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Paridawati, S.T.,M.T
Subjek
Manufaktur
Info Detail Spesifik
41187001200050
Pernyataan Tanggungjawab
Ir. Aep Surahto, S.T., M.T.
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan UM Indonesia
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Perpustakaan Pusat (UPT) Universitas Muhammadiyah Indonesia menyediakan akses koleksi buku, jurnal, dan karya ilmiah untuk mendukung pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat seluruh sivitas akademika.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?