FISIP-Psikologi S-1
Work Life Balance (Keseimbangan Kehidupan Kerja) dan Gratitude (Kebersyukuran) Terhadap Subjective Well Being (Kesejahteraan Subjektif) Pada Guru SMAN di Kabupaten Bekasi
Penelitian ini membahas mengenai pentingnya kesejahteraan subjektif di dunia pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh keseimbangan kehidupan kerja dan kebersyukuran terhadap kesejahteraan subjektif pada guru. Penelitian ini merupakan studi metode kuantitatif korelasional dengan 97 guru dari 4 SMAN di Kabupaten Bekasi yang menjadi subjek penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara dan skala psikologi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala keseimbangan kehidupan kerja oleh Greenhaus (2003), GRAT-16 Short Form yang reliabel dengan nilai 0,92 oleh Watkins (2003), dan skala subjective well-being oleh Diener (2002). Berdasarkan hasil analisis Rank Spearman diketahui r = 0,586, p = 0,001 (p < 0,05) yang berarti terdapat pengaruh positif keseimbangan kehidupan kerja terhadap subjective well-being. Terdapat pengaruh yang signifikan kebersyukuran terhadap subjective well-being dengan r = 0,589, p = 0,001 (p < 0,05). Dan berdasarkan hasil teknik analisis regresi linear berganda diperoleh hasil dengan Sig. F = 0,000b, R Square = 0,407 yang berarti keseimbangan kehidupan kerja dan kebersyukuran menyumbang pengaruh sebesar 40,7% terhadap subjective well-being guru.
Kata kunci : Subjective well-being guru, keseimbangan kehidupan kerja,
kebersyukuran
Tidak tersedia versi lain