PASCA-PEND. AGAMA ISLAM
KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PERSPEKTIF IMAM AN-NAWAWI AD-DIMASYQI DALAM KITAB ADABUL ALIM WAL MUTA’ALLIM
Nur Adelin. 41182911200071. KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU PERSPEKTIF IMAM NAWAWI DALAM KITAB ADABUL ALIM WAL MUTA’ALLIM. Program Studi Pendidikan Agama Islam. Universitas Islam 45 Bekasi. ( 1445 H/2024 M). (109) [ jumlah dari cover sampai dapus]
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai kompetensi kepribadian guru dalam perspektif Imam Nawawi dalam Kitab Adabul Alim Wal Muta’allim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif dan pendekatan content analysis. Kemudian, sumber penelitian yang digunakan adalah melalui analisis dokumen berupa kitab Adabul Alim Wal Muta’allim sebagai sumber utama. Sedangkan sumber sekunder yang dipakai dalam penelitian ini berupa jurnal ataupun buku-buku yang sesuai dengan fokus pembahasan dalam penelitiaan ini.
Hasil penelitian ini adalah bahwasanya Imam Nawawi dalam kitabnya memang tidak menyebutkan secara langsung apa saja kompetensi kepribadian seorang guru, namun sang Imam menyebutkan beberapa adab yang harus dimiliki oleh seorang guru, dimana dari adab ini, ada beberapa kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Albert Bandura, bahwa seseorang bisa belajar mengenai adab dengan mengamati orang lain. Adab yang dapat dipahami melalui dengan pengamatan dan peniruan dari orang lain akan menciptakan sebuah kepribadian. terdapat tiga sub-bab penting yang membahas adab seorang guru didalam kitab Adabul Alim Wal Muta’allim. yaitu adab guru terhadap dirinya sendiri, adab guru ketika belajar maupun kegiatan ilmiahnya, dan adab guru ketika sedang mengajar. Dari ketiga sub-ba tersebut bahwasanya Imam Nawawi menyebutkan kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang guru yaitu (1) Tujuan mengajar hanya diniatkan untuk Allah bukan melainkan mendapatkan kesenangan duniawi, (2) Seorang guru harus memiliki akhlak yang baik dan menghindarkan sifat yang buruk seperti penyakit hati, (3) Hendaknya guru tidak boleh berhenti belajar dan harus bersungguh-sungguh dalam setiap aktivitas keilmuannya, (4) Guru harus peduli terhadap keadaan muridnya, sebagaimana terhadap dirinya sendiri, (5) ketika mengajar harus berpakain yang bersih dan duduk dengan penuh wibawa. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa kompetensi kepribadian yang disebutkan oleh Imam Nawawi masih relevan dengan pendidikan Islam kontemporer.Oleh karena itu, kepribadian seorang guru yang dikemukakan oleh Imam Nawawi ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang cukup besar dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas guru, sehingga guru dapat menjadi sosok yang layak diteladani.
Kata Kunci : Kompetensi Guru, Kepribadian Guru, Imam Nawawi
Tidak tersedia versi lain