FKIP-PJOK S-1
Profil kebugaran siswa tunarungu di sekolah dasar luar biasa semarang
Siswa tunarungu di Semarang masih memiliki tingkat kebugaran yang
rendah, hal ini ditunjukkan dengan banyak siswa yang tidak familiar
dengan tes kebugaran dan merasa lelah setelah melakukan kegiatan.
Penilitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kebugaran jasmani
siswa tunarungu di Semarang. Penelitian ini melibatkan 61 siswa yang
terbagi menjadi 2 level, 32 siswa kelas 1-2 untuk level 1, dan 29 siswa kelas
4-6 untuk level 2. Instrumen tes yang digunakan meliputi Tes Duduk
Merah, Tes Angkat Duduk, Tes Lari Cepat dan Tes Naik Turun Bangku.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan
pengumpulan data melalui praktik eksperimen, observasi langsung dan
analisis data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Luar
Biasa memerlukan program kebugaran jasmani yang lebih terorganisir dan
fleksibel yang berfokus pada peningkatan kemampuan guru PJOK untuk
menyesuaikan program kebugaran jasmani dengan kebutuhan siswa
Tidak tersedia versi lain